Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/smansakd/public_html/functions/fungsi_counter.php on line 112

Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/smansakd/public_html/functions/fungsi_counter.php on line 119
Selamat Datang di SMA Negeri 1 Kadipaten
Galeri Photo Terbaru
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 670030 visitors
  Hits : hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

dodikdp@yahoo.co.id    
Agenda
24 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Kisah Khidhr Bersama Nabi Musa

Tanggal : 05-05-2010 12:39, dibaca 644 kali.

Disebutkan bahwa kisah ini bermula ketika Nabi Musa p
mengajar Bani Israil berbagai ilmu. Mereka merasa kagum dgn keluasan ilmunya. Di saat itu ada yg berta kepadanya: “Wahai Nabi Allah adakah di dunia ini seseorang yg lbh berilmu daripada engkau?”
Nabi Musa p
mengatakan “Tidak.” Jawaban ini didasari pengetahuan yg ada pada beliau sekaligus sebagai dorongan mereka agar menimba ilmu yg ada pada beliau. Namun Allah k
segera mengabarkan kepada beliau bahwa ada seorang hamba-Nya yg ada di daerah pertemuan dua laut mempunyai ilmu yg tdk ada pada Nabi Musa p
dan hal-hal yg luar biasa.
Akhir muncullah keinginan beliau utk bertemu dan menambah ilmu yg ada pada dari hamba Allah tersebut. Dan beliau memohon agar Allah k
mengizinkannya. Kemudian Allah k
menerangkan kepada beliau tempat di mana Khidhr1 berada dan memerintahkan agar beliau membawa bekal seekor ikan. Lalu dikatakan kepadanya: “Apabila engkau kehilangan ikan itu mk dia berada di tempat tersebut.”
Beliaupun berangkat dan akhir bertemu. Dan kisah ini Allah sebutkan selengkap di dlm surat Al-Kahfi:

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لاَ أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا. فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوْتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيْلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا.. وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلاَمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِيْنَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوْهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيْلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

“Dan ketika Musa berkata kepada muridnya: ‘Aku tdk akan berhenti sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’. mk tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu mereka lalai akan ikan lalu ikan itu melompat mengambil jalan ke laut itu. mk tatkala mereka berjalan lbh jauh berkatalah Musa kepada muridnya: ‘Bawalah kemari makanan kita; sesungguh kita telah merasa letih krn perjalanan kita ini’. Murid menjawab: ‘Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi mk sesungguh aku lupa ikan itu dan tdk adl yg melupakan aku utk menceritakan kecuali setan dan ikan itu mengambil jalan ke laut dgn cara yg aneh sekali.’ Musa berkata: ‘Itulah yg kita cari’. Lalu kedua kembali mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dgn seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yg telah Kami berikan kepada rahmat dari sisi Kami dan yg telah Kami ajarkan kepada ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada Khidhr: ‘Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yg benar di antara ilmu-ilmu yg telah diajarkan kepadamu?’ Dia menjawab: ‘Sesungguh kamu sekali-kali tdk akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yg kamu belum mempunyai pengetahuan yg cukup tentang hal itu?’ Musa berkata: ‘Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yg sabar dan aku tdk akan menentangmu dlm satu urusanpun’. Dia berkata: ‘Jika kamu mengikutiku mk janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun sampai aku sendiri menerangkan kepadamu’. mk berjalanlah kedua hingga tatkala kedua menaiki perahu lalu Khidhr melubanginya. Musa berkata: ‘Mengapa kamu melubangi perahu itu yg akibat kamu menenggelamkan penumpangnya?’ Sesungguh kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yg besar. Dia berkata: ‘Bukankah aku telah berkata: ‘Sesungguh kamu sekali-kali tdk akan sabar bersama dgn aku.’ Musa berkata: ‘Janganlah kamu menghukum aku krn kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dgn sesuatu kesulitan dlm urusanku’. mk berjalanlah keduanya; hingga tatkala kedua berjumpa dgn seorang anak mk Khidhr membunuhnya. Musa berkata: ‘Mengapa kamu bunuh jiwa yg bersih bukan krn dia membunuh orang lain? Sesungguh kamu telah melakukan suatu yg mungkar’. Khidhr berkata: ‘Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguh kamu tdk akan dapat sabar bersamaku?’ Musa berkata: ‘Jika aku berta kepadamu tentang sesuatu sesudah ini janganlah kamu membolehkan aku menyertaimu sesungguh kamu sudah cukup memberikan uzur padaku’. mk kedua berjalan; hingga tatkala kedua sampai kepada penduduk suatu negeri mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tdk mau menjamu mereka kemudian kedua mendapatkan dlm negeri itu dinding rumah yg hampir roboh mk Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: ‘Jikalau kamu mau niscaya kamu mengambil upah utk itu’. Khidhr berkata: ‘Inilah perpisahan antara aku dgn kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yg kamu tdk dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adl kepunyaan orang2 miskin yg bekerja di laut dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu krn di hadapan mereka ada seorang raja yg merampas tiap bahtera. Dan adapun anak itu mk kedua orang tua adl orang2 mukmin dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tua itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki supaya Rabb mereka mengganti anak lain bagi mereka yg lbh baik kesucian dari anak itu dan lbh dlm kasih sayang . Adapun dinding rumah itu adl kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu dan di bawah ada harta benda simpanan bagi mereka berdua sedangkan ayah adl seorang yg shalih mk Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaan dan mengeluarkan simpanan itu sebagai rahmat dari Rabbmu; dan tidaklah aku melakukan menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adl tujuan perbuatan-perbuatan yg kamu tdk dapat sabar terhadapnya’.”



Pengirim : Moch. Zainal Arifin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas